[Review]Fearless
Fearless - Jet Li
Film ini diawali dari kisah Huo Yuanjia(Jet Li) saat bertarung melawan
jago beladiri dari 4 negara. Setelah selesai mengalahkan lawan2 nya
dari 3 Negara (terakhir lawan ahli beladiri dari Jepang) kita diajak
flasback kembali ke 30 tahun sebelumnya dimana Huo masih anak2.
Pada masa kecilnya ia sering mengintip ayahnya belajar kungfu. Ia
sebenarnya berminat mendalami kungfu akan tetapi ayahnya tersebut
melarangnya dengan alasan dia memiliki penyakit asma. Maka iapun
mencuri-curi waktu untuk belajar sendiri dan sahabatnya yang
mengerjakan tugas2 membuat kaligrafi dari ayahnya.
Suatu ketika Huo Yuanjia melihat pertarungan ayahnya di tengah kota.
Akan tetapi karena secara tidak sengaja ayahnya melihat dia ada disitu,
iapun sengaja mengalah karena tidak ingin melihat dirinya melukai
seseorang didepan anaknya. Dari situ ia diledek oleh anak dari lawan
yang telah mengalahkan ayahnya. Iapun bertarung melawan anak itu, tapi
yang ada hanya kekalahan. Dari situ iapun bersumpah untuk tidak akan
kalah oleh siapapun juga.
Dari situ kita dibawa ke masa kejayaan Huo Yuanjia, dimana ia terkenal
seantero kota karena belum ada yang dapat mengalahkan dirinya.
Sampai suatu ketika dimana ia membalas dendam anak buahnya melawan Guru
Qin. Ternyata setelah pertarungan tersebut lawannya mati, dan karena
tidak suka akan kematian gurunya. Anak buah lawannya membalas dendam
gurunya dengan membunuh ibu dan anaknya. Dari situ iapun menjadi
kehilangan arah, bahkan sampai sahabatnya sendiri tidak suka akan
perbuatannya. Iapun mengasingkan diri dari kotanya dan diselamatkan
oleh seorang nenek dan cucu wanitanya yg buta. Didesa itu ia menemukan
arti kehidupan. Dan setelah beberapa waktu di desa itu iapun kembali ke
kota dimana ia tinggal.
Setelah kembali ke kota ia melihat banyak perubahan terjadi.Terutama
invasi dari bangsa asing. Sampai suatu ketika ia membaca artikel di
koran setempat tentang tantangan bagi orang Cina untuk melawan jagoan
dari bangsa asing. Disitu awal mula kebangkitan Huo Yuanjia. Kini ia
bertarung demi kehormatan bangsa dan bukan demi nafsu ataupun dengan
naluri membunuh. <!–
D(["mb","
\n
\nSampai suatu ketika ia dijebak untuk menghadapi pertarungan 4 lawan 1.\nDisini kita dibawa ke awal film dimana ia dihadapkan dengan lawan dari\nJepang. Ronde pertama berhasil dimenangkan oleh Huo, akan tetapi ia\ndijebak. Ia diracun dan ronde ke 2 iapun kalah. Sahabatnya sudah\nmemintanya untuk mundur dan pergi ke rumah sakit. Akan tetapi ia\nbersikeras untuk tetap melanjutkan pertarungan, demi kehormatan dia.\nLawannya tahu ada yang tidak beres dengan Huo. Akhirnya iapun\nmenghentikan pertarungan dan mengangkat tangan Huo sebagai tanda ia\nmenerima kekalahan. Sikap ini sempat ditentang oleh bosnya.
\n
\nHuo Yuanjia pun mengakhiri hidupnya di usia yang cukup muda 42 tahun.\nAkan tetapi ia selalu dikenang sebagai salah satu tokoh sejarah dalam\nperkembangan Wushu.(WR)
",1]
);
D(["mb","
--
Windu Radityo
"Menang bukanlah segalanya - namun upaya untuk menang adalah segalanya" Vince Lombardi\n\n",0]
);
D(["ce"]);
//–>
Sampai suatu ketika ia dijebak untuk menghadapi pertarungan 4 lawan 1.
Disini kita dibawa ke awal film dimana ia dihadapkan dengan lawan dari
Jepang. Ronde pertama berhasil dimenangkan oleh Huo, akan tetapi ia
dijebak. Ia diracun dan ronde ke 2 iapun kalah. Sahabatnya sudah
memintanya untuk mundur dan pergi ke rumah sakit. Akan tetapi ia
bersikeras untuk tetap melanjutkan pertarungan, demi kehormatan dia.
Lawannya tahu ada yang tidak beres dengan Huo. Akhirnya iapun
menghentikan pertarungan dan mengangkat tangan Huo sebagai tanda ia
menerima kekalahan. Sikap ini sempat ditentang oleh bosnya.
Huo Yuanjia pun mengakhiri hidupnya di usia yang cukup muda 42 tahun.
Akan tetapi ia selalu dikenang sebagai salah satu tokoh sejarah dalam
perkembangan Wushu.(WR)